Indonesia Adalah Negara Agraris yang Terancam. Profesi Petani Diperkirakan Akan Punah 50 Tahun Lagi

Sudah jadi sebuah rahasia umum, Indonesia kian berkembang di tengah arus modernisasi.

Resep pempek tanpa ikan tapi tetap sedap

Ingin bikin pempek tapi nggak punya bahan ikan di rumah?

This is default featured slide 3 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 4 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

This is default featured slide 5 title

Go to Blogger edit html and find these sentences.Now replace these sentences with your own descriptions.

Kamis, 18 Januari 2018

Genjot Ekspor Lada, Bangka Bentuk Dewan Rempah

Ilustrasi: Berbagai jenis rempah dijual di kios rempah di Pasar Bukittinggi, Sumatera Barat.

Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung menargetkan ekspor lada bisa meningkat dibanding beberapa tahun sebelumnya. Sejumlah upaya dilakukan, di antaranya dengan membentuk dewan rempah dan sistem resi gudang.

Kepala Bidang Pemasaran Disperindag Bangka Belitung, Riza Aryani mengatakan, pada 2018 ditargetkan angka ekspor bisa mencapai 3,3 juta kilogram. Angka tersebut naik dibanding realisasi pada 2017 lalu yang hanya mencapai 3,1 juta kilogram.

“Kami melihat pergerakan ekspor dari Surat Keterangan Asal (SKA) yang tercatat secara online,” kata Riza, Kamis (18/1/2018).

Riza mengungkapkan, sebagai salah satu daerah penghasil lada terbaik dunia, Pemerintah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung optimistis angka ekspor mengalami peningkatan.

Selain meluncurkan program pendukung, permintaan lada diharapkan kembali tinggi seiring membaiknya perekonomian dunia, serta adanya perbaikan mutu di tingkat petani.

Informasi yang dirangkum Kompas.com, ekspor lada sempat anjlok dari 4,1 juta kilogram pada 2015, menjadi 3,2 juta kilogram pada 2016. Selama 2017 angka ekspor kembali turun menjadi 3,1 juta kilogram.
Harga jual lada putih dengan lisensi Muntok White Pepper kini tercatat Rp 80.000 per kilogram, atau turun dari harga sebelumnya Rp 120.000 per kilogram.
Gubernur Kepulauan Bangka Belitung Erzaldi Rosman telah meminta petani untuk memperbaiki cara tanam serta menghindari penggunaan zat kimia buatan dalam pencucian lada.

Hasil Copa del Rey, Barcelona Alami Kekalahan Pertama

Gelandang FC Barcelona, Paulinho (tengah), mencoba mengamankan bola dari incaran pemain Espanyol, Victor Sanchez, dalam pertandingan leg 1 perempat final Copa del Rey 2017-2018 di Stadion RCDE, Barcelona, Spanyol, pada Rabi (17/1/2018).
Barcelona mengalami kekalahan pertamanya pada musim ini. Tim asuhan Ernesto Valverde itu kalah 0-1 dari Espanyol pada pertandingan pertama babak perempat final Copa del Rey di Stadion RCDE, Rabu (17/1/2018) atau Kamis dini hari WIB. 

Pada laga di kandang Espanyol itu, kesialan Barcelona sudah tampak sejak menit ke-63. Lionel Messi gagal menjalankan tugasnya sebagai eksekutor penalti setelah sepakannya ditepis Diego Lopez. 
Dua menit menjelang pertandingan berakhir, Barcelona yang mendominasi penguasaan bola hingga 68 persen kebobolan oleh gol Oscar Melende. Skor 1-0 untuk kemenangan Espanyol pada Derbi Catalan itu bertahan hingga peluit akhir berbunyi. 
Bagi Barcelona, ini adalah kekalahan pertamanya sejak musim 2017-2018 bergulir. Kekalahan terakhir mereka terjadi pada Piala Super Spanyol 2018 yang berlangsung sebelum Liga Spanyol berjalan. 
Kendati demikian, Barcelona punya kesempatan untuk tetap lolos ke semifinal Copa del Rey. Mereka akan menjadi tuan rumah pada pertemuan kedua di Camp Nou, Kamis (25/1/2018).
Pada pertandingan lain, Sevilla meraih kemenangan tipis 2-1 di kandang Real Madrid. Hasil ini setidaknya meredam kritik kepada Pelatih Vincenzo Montella yang pada dua laga pertamanya di liga alami kekalahan.
Satu pertandingan perempat final yang belum dilangsungkan adalah antara Leganes vs Real Madrid. Laga tersebut akan dimainkan pada Kamis (18/1/2018) malam atau Jumat dini hari WIB.

Hasil perempat final Copa del Rey, Rabu (17/1/2018):
  •       Atletico Madrid 1-2 Sevilla (Diego Costa 73' ; Jesus Navas 79', Joaquim Correa 88')
  • Valencia 2-1 Alaves (Goncalo Guedes 73', Rodrigo 82' ; Ruben Sobrino 66')
  • Espanyol 1-0 Barcelona (Oscar Melendo 88')

Penulis Harus Mau Jadi Marketing Bukunya, Kenapa?

image_title
“Nulis buku itu susah, Mbak. Kenapa harus pakai belajar jualan buku lagi?”
Hiks, benar. Itu perkataan yang benar. Dulu saya juga berpikir seperti itu. Nulis buku itu susah. Susahnya setengah mati, apalagi kalau menulis tidak ingin menulis asal saja, dan berjuang dengan riset. Maka setelah buku selesai ditulis, lalu penerbit mau menerima, rasanya plong yang ada di hati.
Lega. Iya, lega selega-seleganya.
Kita berharap, sih, sama seperti penulis di luar negeri yang jadi rujukan kita. Bisa plesiran ke mana saja, setelah bukunya selesai dicetak.
Kita mulai membandingkan kenikmatan, tapi tidak berjuang menuju satu titik kualitas yang sama.

Dulu Bukan Sekarang
Dulu, pada zaman kita belum diserbu tekhnologi, dan ketika tidak semua orang paham dunia menulis, menulis adalah sebuah bentuk ekspresi yang menyenangkan. Pengalaman dan isi hati kita, bisa bebas kita tulis, tanpa kita dituntut kelihatan identitasnya.
Maka biasanya para penulis yang muncul dari masa lalu, adalah penulis yang kebanyakan pemalu dan takut muncul di publik, termasuk saya.
Tapi dulu bukan sekarang.
Dulu media cetak masih jadi andalan. Telepon genggam ada tapi yang memiliki hanya segelintir orang saja. Untuk mendapatkan nomor pun, harus antri panjang. 16 tahun yang lalu nomor saya, saya beli seharga 250 ribu rupiah.
Dulu, para remaja menunggu media remaja, para orangtua menunggu harian dan para ibu menunggu tabloid. Semua sumber bacaan dari media cetak. Ada masa di mana pada sore hari, kalau di keluarga saya, kita akan berkumpul, dan masing-masing membawa bacaannya, lalu keluarlah banyak sekali perbincangan dari apa yang kita baca.
Sekarang?
Sekarang perbincangan dan diskusi banyak diambil dari berita-berita pendek dari timeline dan status orang lain. Saya masih berjuang mengambil buku untuk dibawa ke ajang diskusi dengan anak-anak dan pasangan. Dan sungguh, itu terasa melelahkan.
Karena itu, saya minta ada satu hari untuk anak-anak fokus membaca dan menulis yaitu di hari Sabtu.
Kondisi sekarang berbeda.
Media cetak satu persatu gugur. Karena industri mulai berpihak ke dunia digital, yang setiap individu memegang minimal satu.
Saya ingat perbincangan dua tahun yang lalu, ketika pemilik majalah Luar Biasa seorang motivator ingin menutup majalah. Ada satu pendapat dari seorang agen majalah yang sudah puluhan tahun berada di bidang tersebut. Beliau bilang kondisi memang seperti itu. Satu persatu kios media ditutup dan diganti dengan kios pulsa. Maka bisnis yang menjamur adalah bisnis pulsa.
Penerbit?
Penerbit masih ada. Tapi penerbit tidak mungkin menerbitkan sebuah naskah, tanpa proyeksi pada keuntungan. Untuk buku-buku yang kira-kira agak sulit untuk diterbitkan, semisal buku non fiksi dengan ukuran tebal, ada penerbit yang bertanya lebih dahulu, penulis bisa membeli berapa buku nanti jika buku itu terbit?
Seram pertanyaan itu?
Iya seram sekali untuk saya pertama kali. Meskipun tanpa ditanyai seperti itu, saya biasa membeli buku dari penerbit hingga 100 buku untuk dijual kembali. Kebetulan saya punya marketing sendiri, yang memasarkan dari satu sekolah ke sekolah lain.
Tapi ya itu. Saya tidak berani memasang target, takut target itu meleset jauh.
Belum lama ketika ada naskah yang di acc, saya juga ditanya, berani beli berapa buku? Dengan keyakinan penuh, saya bilang saya bisa beli 100 buku.
Kenapa saya berani?
Satu buku saya, saya endapkan cukukp lama. Lama sekali. Saya riset lama, lama sekali. Lalu ketika di acc penerbit, ternyata komunikasi lancar. Saya melihat proses bukunya, dan akhirnya saya jatuh cinta. Proses jatuh cinta, itu jadi semakin cinta ketika melihat hasilnya. Sebuah buku yang memang sesuai dengan apa yang ada di otak saya. Design huruf, warna buku dan tampilan covernya memang benar-benar sesuai yang saya inginkan.
Ketika sampai pada proses akhirnya buku itu sudah dicetak dan saya pegang, saya bertambah cinta. Melihat satu persatu halamannya, saya semakin cinta.
Dan saya memang berjuang menjual buku itu, baik secara online maupun secara offline. Target 100 buku akhirnya bisa saya penuhi, dan sampai sekarang saya terus memesan ke penerbit buku itu, karena ada teman-teman yang masih menanyakan buku itu.
Buku hasil jerih payah dan keringat saya, kenapa saya mesti malu menjualnya? Apalagi kiri kanan atas bawah, kita digempur oleh buku yang lain yang bisa jadi lebih merusak moral anak-anak kita.
Tekhniknya Pembelian Buku Seperti Apa?
“Tapi, Mbak, aku enggak punya uang untuk beli buku aku?”
Ada pertanyaan seperti itu.
Oh, membeli 100 buku langsung juga tidak saya lakukan. Tapi step by step saya melakukannya.
1. Untuk penerbit yang memberikan DP royalti, maka biasanya, saya tidak ambil uang DP itu. Saya minta agar uang itu diputar dalam bentuk buku.
Bukunya datang, bisa saya jual.
2. Untuk penerbit yang tidak pakai DP, saya membelinya pelan-pelan. Misalnya 20 buku dulu. Setelah 20 buku itu laku, uangnya saya putar lagi, untuk membeli buku yang lain.
3. Ada juga penerbit yang membolehkan membeli buku, dengan dipotong uang royalti kita nanti. Nah itu juga sangat memudahkan penulis yang tidak pegang uang cash pada saat itu.
Tidak akan rugi kok kita membeli buku kita sendiri.
Dari situ kita akhirnya bisa menyortir, buku apa yang harus kita tulis, sehingga kita bisa mempertanggungjawabkan isinya di mata pembaca dan di mata Allah kelak.

Soal Impor Beras: DPR Desak Penyelidikan Kinerja BULOG

Soal Impor Beras: DPR Desak Penyelidikan Kinerja BULOG
Anggota Komisi VI DPR Fraksi PDIP Rieke Diah Pitaloka menunjukkan tulisan tolak impor beras saat mengikuti Rapat Kerja dengan Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita dan Direktur Utama Perum Bulog Djarot Kusumayakti di kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Kamis (18/1/2018). ANTARA FOTO/Sigid Kurniawan


Anggota Komisi VI DPR, Rieke Diah Pitaloka menentang rencana impor beras sebanyak 500 ribu ton menjelang panen raya antara Februari-Maret 2018 mendatang. 

Rieke berpendapat, BULOG terbukti gagal menyerap produksi beras dari petani. Ia menyatakan, sepanjang Januari-Desember 2017, realisasi serapan BULOG turun sebesar 27 persen dibandingkan 2016, yakni sebesar 2,16 juta ton.

“Pada saat panen raya idealnya hampir terserap 70 persen, namun realisasinya masih 42 persen. Persoalannya adalah daya serap BULOG minim, kalau serap segitu berarti ada yang tidak terserap,” kata Rieke di Jakarta, Kamis (18/1/2018).

Selama ini, kata dia, ketersediaan beras masih berada di tingkat petani dan pedagang karena BULOG tidak optimal dalam menyerap produksi beras. Ia mendesak perlu adanya penyelidikan kinerja BULOG.


Tidak hanya pada kemampuan menyerap, manajemen keuangan BULOG juga dianggap Rieke bermasalah, sehingga BULOG harus diaudit secara keuangan dan manajemen.

“Subdivre Semarang terjadi penyelewengan beras dengan kerugian Rp6,3 miliar, mantan kepala BULOG baru Semarang korupsi kasus stok beras, juru timbang gudang BULOG Semarang gelapkan Rp6 miliar, kepala BULOG Lahat oplos beras. Bahkan Djarot, Direktur Utama BULOG sebagai saksi suap kasus penambahan kuota gula impor,” kata Rieke. 

Ia juga menyebutkan sejak 2015 hingga sekarang BULOG belum memberikan deviden kepada negara. Padahal, setiap tahunnya BULOG mendapatkan anggaran Penyertaan Modal Negara (PMN).


PMN pada 2015 sebesar Rp3 triliun, kemudian pada 2016 hingga 2018 BULOG menerima PMN sebesar Rp2 triliun. 

“BULOG mengakusisi 70 persen saham PT Gendis Manis Rp77 miliar, dan mempunyai tanggungan BRI Rp885,4 miliar dengan indikasi pembelian adanya persoalan-persolan serius. Jadi, betul kalau BULOG tidak punya uang karena sampai sekarang enggak ngasih dividen,” ungkapnya.

Selain persoalan korporasi BULOG, Rieke kemudian menyebutkan bahwa waktu target masuknya beras impor tidak relevan. Ia memperhitungkan impor masuk sekitar 1-2 bulan. 

“Artinya keluarnya Februari, Maret, April. Kalau diputuskan oke impor beras, beras dateng seminggu, berarti ada kongkalingkong. Kalau ditentukan impor saat ini, tidak ujuk-ujuk dateng saat ini juga,” lontarnya. 
sumber

BI Sebut Kenaikan Harga Beras Bisa Kerek Inflasi di Awal 2018

BI Sebut Kenaikan Harga Beras Bisa Kerek Inflasi di Awal 2018
Bank Indonesia (BI) menilai kenaikan harga beras dan sejumlah komoditas hortikultura berpotensi membuat inflasi terkerek selama Januari 2018. 

Karena itu, Asisten Gubernur Kepala Departemen Kebijakan Ekonomi dan Moneter BI Dody Budi Waluyo mengatakan pemerintah harus memastikan ketersediaan stok pangan yang memadai. 

"Tekanan dari harga pangan perlu diwaspadai," ujar Dody di Jakarta pada Kamis (18/1/2018) seperti dikutip Antara.

Dia menambahkan, untuk mencegah angka inflasi melambung, koordinasi antara BI, pemerintah pusat dan pemerintah daerah dalam pengendalian harga komoditas pangan harus ditingkatkan. Koordinasi itu sekaligus untuk memastikan produksi dan distribusi komoditas pangan ini memenuhi kebutuhan masyarakat. 

Dody mengatakan faktor ketersediaan stok barang pangan dan kelancaran distribusi menjadi tantangan yang harus segera diselesaikan oleh pemerintah pada awal 2018.

Sementara berdasarkan survei pemantauan harga yang dilakukan oleh BI hingga pekan kedua 2018, inflasi tahunan pada Januari 2018 sebesar 3,2 persen. Bank Sentral menargetkan laju inflasi sepanjang 2018 berada pada kisaran 2,5-4,5 persen, setelah inflasi pada 2017 sebesar 3,61 persen (yoy).

Sedangkan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati mengatakan pergerakan harga beras, yang cenderung naik, telah menjadi fokus perhatian pemerintah sejak akhir tahun lalu. Karena itu, pemerintah melakukan berbagai upaya untuk menjaga pergerakan harga komoditas ini.


Sri Mulyani mengatakan Kementerian Keuangan siap berkoordinasi dengan Kementerian Perdagangan dan Kementerian Pertanian terkait tata kelola niaga agar harga beras stabil. Koordinasi juga dilakukan oleh Kemenkeu dengan BI sebagai otoritas moneter melalui pengendalian inflasi inti agar tidak memengaruhi inflasi nasional secara keseluruhan.

"Pemerintah melihat faktor-faktor yang bisa dipengaruhi melalui kebijakan, misalnya kebijakan impor beras dan kelancaran arus barang, sehingga inflasi bisa ditekan dan distabilkan pada level yang tetap terjaga rendah," ujarnya.

Pemerintah sudah berencana mengimpor sekitar 500 ribu ton beras pada akhir Januari 2018. Penugasan impor beras dan distribusinya, yang semula ditugaskan terhadap PT PPI, dialihkan ke Perum Bulog. Meskipun demikian, kebijakan impor ini menuai kritik karena berlangsung menjelang puncak panen padi di Indonesia. 

Badan Pusat Statistik (BPS) sudah mengumumkan beras merupakan komoditas kelima, setelah tarif listrik, biaya perpanjangan STNK, ikan segar dan bensin, yang dominan memengaruhi inflasi pada 2017. Meski demikian, harga beras yang tinggi pada November-Desember 2017 memberikan kontribusi yang signifikan pada tingkat inflasi nasional pada dua bulan terakhir 2017.

APBN 2018 menetapkan asumsi inflasi sebesar 3,5 persen, sedangkan tingkat inflasi nasional pada 2017 secara keseluruhan tercatat sebesar 3,61 persen. 

13 Tips Makan Sehat untuk Orang Sibuk

makan sehat untuk orang sibuk


Apakah Anda orang yang sibuk? Jadwal dipenuhi setumpuk deadline, padatnya jadwal meeting, lembur sampai malam, dan lain sebagainya? Terkadang, orang-orang yang sibuk susah mengontrol asupan makanan. Biasanya, mereka hanya memilih makan yang cepat dan gampang diperoleh supaya tidak menyita banyak waktu. Padahal, asupan makanan adalah hal yang penting untuk menunjang kesehatan manusia. Berikut adalah tips-tips makan sehat yang gampang diperoleh untuk orang-orang sibuk, yang bermanfaat untuk menunjang kesehatan, mengontrol berat badan, meningkatkan kerja otak, dan menambah tenaga.

1. Sarapan

Sarapan sangat penting untuk menyokong energi dan membantu regulasi gula darah. Hindari sarapan dengan makanan yang mengandung karbohidrat dan gula. Sarapan yang dianjurkan untuk disantap:
  • Makanan yang mengandung karbohidrat kompleks yang tinggi, misalnya oatmeal, sereal, buah, dan sayur.
  • Makanan yang mengandung serat yang tinggi, misalnya sereal gandum, dan biji Chia.
  • Makanan yang kaya akan protein, misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, susu almond, susu sapi, yoghurt, dan telur.
  • Makanan yang mengandung lemak, misalnya kacang-kacangan, biji-bijian, alpukat, dan kelapa .

2. Jangan kebanyakan minum kopi

Kebanyakan minum kopi akan membebani organ hati Anda, membuat Anda dehidrasi (karena kopi adalah minuman yang bersifat diuretik alias meningkatkan kecepatan pembentukan urin), dan meningkatkan risiko gula darah yang tidak stabil. Hati adalah organ yang membersihkan racun tubuh Anda, jadi apabila organ hati Anda terbebani, maka kemungkinan Anda terkena penyakit dan berat badan bertambah meningkat.
Kurangi konsumsi kopi atau mungkin kalau bisa jangan mengonsumsi kopi. Konsumsilah teh-teh herbal yang bermanfaat bagi tubuh, misalnya:
  • Teh akar dandelion, dapat membantu organ hati membersihkan racun tubuh
  • Teh ginseng, dapat membantu meningkatkan energi
  • Teh oolong, dapat membantu menurunkan berat badan
  • Teh hijau, dapat meningkatkan konsentrasi
  • Teh peppermint, dapat mengurangi sakit perut

3. Banyak minum air putih

Jangan lupa untuk banyak minum. Minimal, minumah 8 gelas air putih dalam sehari agar kadar energi Anda tetap tinggi, pencernaan Anda lancar, dan konsentrasi Anda terjaga. Ketika tubuh Anda dehidrasi, terkadang tubuh Anda juga akan memberikan sinyal yang kurang tepat saat Anda lapar. Pastikan untuk tidak meminum air putih tepat sebelum makan, karena hal itu dapat menghalangi pencernaan Anda.
Minumlah air putih 20 menit sebelum atau 60 menit sesudah makan. Dianjurkan juga untuk tidak meminum air dingin, karena air dingin dapat meningkatkan kontraksi pada lambung dan usus Anda serta memperlambat pencernaan Anda.   

4. Kurangi makan makanan kemasan

Pada umumnya, makanan kemasan mengandung banyak gula, garam, penstabil, pengawet, perasa buatan, warna buatan, dan lain sebagainya. Bahan-bahan makanan tersebut kurang baik bagi kesehatan.

5. Makan makanan yang segar

Daging, ikan, kacang-kacangan, gandum, buah, dan sayur yang segar adalah makanan-makanan yang baik untuk kesehatan. Jika Anda ingin membawa snack, bawalah kacang-kacangan atau buah dan sayur yang dipotong kecil-kecil.

6. Perhatikan hasil proses makanan di restoran

Waktu memesan makanan di restoran, perhatikan tentang proses pembuatan makanan di buku menu, apakah makanan itu dikukus, direbus, dipanggang, atau dibakar. Cobalah untuk hindari makanan yang digoreng, sautéed (dimasak kering dengan panas yang tinggi atau ditambahi dengan minyak atau lemak), atau au gratin (ditaburi keju lalu dipanaskan pada salamander). Makanan-makanan dengan proses pengolahan seperti itu mengindikasikan bahwa makanan tersebut mengandung lemak dan kalori yang tinggi. Cobalah lebih memilih makanan yang direbus atau dipanggang.

7. Kurangi konsumsi alkohol

Untuk setiap gelas alkohol yang Anda minum, seimbangkan dengan meminum segelas air putih. Alkohol membuat Anda dehidrasi, membuat mabuk, dan meningkatkan nafsu makan Anda. Paling banyak, dianjurkan untuk pria untuk mengonsumsi tidak lebih dari 2 gelas alkohol sehari dan untuk wanita tidak lebih dari 1 gelas sehari. Alternatif minuman lain seperti alkohol yang ringan, virgin Caesar, white wine spritzer, sparkling water, atau bahkan minum air dengan banyak buah lemon.
Air lemon sangat baik untuk kesehatan, misalnya meningkatkan energi, membantu pencernaan, meningkatkan sistem imunitas, membantu detoksifikasi, membantu menurunkan berat badan, dan membantu perawatan kulit.

8. Hindari makanan-makanan putih hasil olahan

Hindarilah makanan-makanan seperti nasi putih, roti putih, pasta putih, dan saus putih. Makanan-makanan tersebut semuanya adalah makanan olahan yang kandungan serat dan nutrisinya sudah berkurang banyak akibat proses pengolahan tersebut. Konsumsilah roti gandum atau nasi merah. Pilihlah saus tomat daripada saus putih yang biasanya mengandung lemak jenuh dan sodium.

9. Selalu siap sedia snack

Ke mana pun Anda pergi, bawalah snack-snack sehat seperti buah yang dipotong kecil-kecil, jus, oatmeal, sayur segar yang dipotong kecil-kecil, almond atau nutbar. Makanlah snack Anda setiap 3 jam sekali untuk membantu gula darah Anda tetap stabil dan mencegah Anda makan berlebihan saat jam makan.

10. Jangan makan sampai kekenyangan

Makanlah secukupnya saat jam makan, sekitar 80% kenyang dan jangan sampai lebih dari itu. Kalau Anda masih merasa lapar 10 menit kemudian, barulah makan sedikit lagi. Makan berlebihan bukan saja mengakibatkan bertambahnya berat badan, tetapi meskipun Anda memakan makanan-makanan yang sehat. Makan berlebihan dapat memperlambat sistem pencernaan Anda dan dapat mengakibatkan penyakit-penyakit yang lebih serius seperti diabetes.

11. Perbanyak konsumsi buah dan sayur

Konsumsilah buah dan sayur setiap harinya. Carilah buah dan sayur yang penuh warna, segar, dan jangan lupa dicuci terlebih dahulu untuk menghilangkan zat-zat kimia atau pestisida yang mungkin terdapat pada buah dan sayur tersebut. Pilihlah sayur-sayuran hijau, seperti kangkung, bayam, atau bok-choy. Sayur-sayuran hijau banyak mengandung nutrisi yang bermanfaat bagi kesehatan.

12. Hindari telat makan

Laju metabolisme Anda akan melambat saat malam. Dianjurkan untuk makan malam sebelum jam 8 malam agar tubuh Anda sempat untuk memproses makanan yang Anda makan dan membersihkan racun pada tubuh Anda sehingga Anda terhindar dari berat badan berlebih.

13. Konsumsi suplemen

Tidak peduli sebarapa baik asupan makanan yang Anda makan, tidak ada seorang pun yang memiliki nutrisi sempurna pada tubuh. Dengan lingkungan yang mengandung banyak zat-zat yang tidak baik bagi tubuh kita, atau stress karena pekerjaan dapat mempengaruhi nutrisi di dalam tubuh kita. Berikut adalah suplemen-suplemen yang dianjurkan untuk dikonsumsi:
  • Suplemen multivitamin/mineral
  • Suplemen probiotik
  • Vitamin B-complex (untuk membantu mengurangi stress, meningkatkan kerja metabolisme dan membantu meningkatkan sistem imunitas)
  • Vitamin yang mengandung EFA (Essential fatty acid/Omega 3)
  • Minyak ikan (untuk membantu meningkatkan kerja otak, meningkatkan sistem pencernaan, mengurangi stress, dan mengontrol nafsu makan)
Setiap orang memiliki kebutuhan nutrisi yang berbeda. Konsultasilah dengan ahli gizi untuk mendiskusikan suplemen apa yang tepat untuk Anda.
Semua tips-tips yang disebutkan di atas adalah hal-hal yang cukup mudah dilakukan, tidak peduli seberapa sibuknya Anda. Ingat selalu bahwa kesehatan Anda lebih penting daripada kesibukan Anda. Perlu diingat bahwa kunci dari hidup sehat adalah dedikasi dan motivasi dari diri kita sendiri untuk memulai hidup sehat. Jadi, meskipun sibuk, jangan lupa untuk tetap memperhatikan kesehatan Anda!

4 Makanan Khas Indonesia Ini Ternyata Berasal dari Luar Negeri

Bakso, salah satu kuliner Indonesia yang sangat dekat dengan masyarakat.
1. Bakso

Bakso sebenarnya berasal dari Tiongkok, tepatnya di Fuzhou, akhir Dinasti Ming. Saat itu, ada seorang pria bernama Meng Bo yang dikenal sangat penurut.
Dia sangat menyayangi ibunya. Kala itu sang ibu sakit keras dan tidak diperbolehkan mengkonsumsi makanan keras.
Namun, karena sang ibu menyukai daging, Meng Bo berusaha membuat makanan yang berasal dari daging namun lebih lembut.
Saat berpikir keras itu, dia tanpa sengaja melihat tetangganya sedang menumbuk ketan untuk membuat mochi. Setelah diberikan pada sang ibu, ternyata rasanya sangat lezat.
Sejak saat itu makanan Meng Bo terkenal sampai ke penjuru kota dan menyebar di dunia melalui perdagangan Tiongkok. Nama bakso sendiri berasal dari kata bak yang berarti babi dan so yang memiliki arti sup.
Soto ayam kampung di RM Bulevar.
Soto ayam kampung di RM Bulevar.(KOMPAS/AGNES RITA SULISTYAWATY)
2. Soto
Soto juga konon berasal dari Tiongkok yang sebelumnya bernama Caudo. Pertama kali populer di Semarang, lambat laun nama Caudo berubah menjadi soto.
Rasa yang dihadirkan tiap daerah berbeda-beda karena disesuaikan dengan lidah lokal.
Seporsi sate ayam yang lezat dengan tambahan lontong yang lembut dapat Anda nikmati di Warung Soto Ayam & Sate Ayam Ap-Jay, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.
Seporsi sate ayam yang lezat dengan tambahan lontong yang lembut dapat Anda nikmati di Warung Soto Ayam & Sate Ayam Ap-Jay, Jalan Panglima Polim, Jakarta Selatan.(KOMPAS.COM/TRI WAHYUNI)
3. Sate
Nama sate disebut-sebut berasal dari bahasa Tamil dan berasal dari pedagang Gujarat yang datang ke Indonesia pada awal abad 19. Ini menjadi alasan mengapa bahan sate menggunakan daging kambing atau domba yang biasanya disukai warga keturunan Arab.
Di Indonesia, penyebaran sapi menghasilkan beraneka ragam variasi. Mulai dari sate kambing, sate sapi, sate domba, hingga sate ayam.
Nasi goreng rempah di Kedai Nasi Kebuli Mbah Soleh, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/4/2017).
Nasi goreng rempah di Kedai Nasi Kebuli Mbah Soleh, Solo, Jawa Tengah, Kamis (6/4/2017). (TRIBUNSOLO.COM/EKA FITRIANI)
Siapa sangka jika nasi goreng sudah ada sejak 4.000 sebelum masehi dan merupakan masakan tradisional masyarakat Tionghoa. Ide pembuatan nasi goreng muncul karena masyarakat Tionghoa tidak suka makanan yang dingin.


sumber

Petani Digusur, Indonesia Darurat Agraria

Indonesia dikenal dengan sebutan negara agraris. Penyematan nama tersebut bukan tanpa alasan. Sebagian besar masyarakat Indonesia be...